Keadilan pembagian BLT

 

Bantuan langsung tunai atau BLT yang sampai sekarang masih dibagi-bagi kepada masyarakat ternyata banyak membuat kasus. Mulai dari pembagian yang menurut sebgaian warga tidak adil sampai protes warga karena BLT yang dia dapat di pangkas oleh petugas setempat. Huehhee..

Tapi saya hanya ingin berbicara tentang berbagai macam keluhan warga masyarakat tentang BLT yang ketenye pembagiannya kurang adil. Tak sedikit warga yang protes dirinya kok tidak dapat BLT , padahal si dia yang lebih mampu dapat. “Saya yang hanya punya radio di rumah gak dapat BLt , dia yang punya TV dirumah dapet. Seharusnya saya yang lebih berhak untuk dapet.” Inilah kata mereka yang katanya tidak adil .

Sebenarnya apa sih kriteria warga yang dapat BLT? . Apakah dari besarnya penghasilan ? Apakah dari aset atau barang-barang yang dimilikinya ? Ataukah hanya dari sedekat mata menerawang ? . Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan tsb. itu sulit untuk digunakan sebagai kriteria. Contoh kasus , Mungkin ada warga yang penghasilanya kurang , tapi dia ternyata punya tabungan banyak. Atau mungkin seseorang punya TV,Motor dll. tapi ternyata penghasilanya kurang. Atau sebatas kita melihat rumah orang tersebut yang hampir roboh , tapi siapa tahu ternyata dia punya TV , banyak tabungan dll.

Masalah bagaimana kriteria orang yang berhak mendapatkan BLT tersebut memang susah . Karena kita tidak tahu bagaimana sebenarnya ukuran keadilan. Secara sederhana orang miskinlah yang berhak menerima BLT . Tapi miskin itu kayak gimana ? Yang miskin memang berahak mendapatkan BLT tapi banyak juga yang ingin dianggap miskin agar mereka memperoleh BLT? BLT itu sudah dijatah kepada warga yang berhak saja , bukan untuk rebutan . Kalau mungkin memang salah sasaran , misalnya ada warga yang ternyata mampu tapi dia mendapat dana BLT dan ada warga yang benar-benar tidak mampu tidak memperoleh . Seharusnya yang mendapat uang tersebut bisa lebih memahami dan peka terhadap lingkungannya . Dan mengerti bahwa ternyata ada orang yang lebih membutuhkan uang tersebut dan lebih berhak.

Kata orang ,”Ada orang yang mendadak merasa miskin agar memperoleh bantuan , tapi suatu waktu dia tidak mau dicap sebagai orang miskin , dia selalu memperkaya diri.”


About this entry